This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 17 Oktober 2020

Tottenham Rekrut Bek Baru di Pengujung Bursa Transfer Inggris

 


Tottenham Hotspur belum berhenti belanja usai mendatangkan pemain di pengujung bursa transfer. Dia adalah bek Swansea City Joe Rodon.

Bursa transfer Eropa memang sudah ditutup sejak 5 Oktober lalu. Tapi, klub-klub Premier League masih bisa melakukan transaksasi dengan klub-klub penghuni tiga divisi di bawah mereka sampai 16 Agustus.

Hal itu dimaksimalkan sejumlah klub Premier League untuk melakukan perekrutaan demi melengkapi skuatnya. Tottenham jadi salah satu yang bertransaksi di deadline tenggat transfer lokal ini.

Mereka mencari bek tengah baru pengganti Jan Vertonghen yang pergi akhir musim kemarin, usai kontraknya di Tottenham habis. Klub London Utara itu menggaet bek Swansea Joe Rodon sekitar beberapa jam sebelum bursa transfer ditutup pukul 17.00 waktu setempat.

Rodon direkrut dengan banderol 11 juta paun atau sekitar Rp 209 miliar. Tottenham memberikannya kontrak berdurasi lima tahun. Tottenham bisa bernapas lega karena akhirnya mendapat bek tengah baru.

Pasalnya, pencarian Tottenham di bursa transfer lalu selalu mentok ketika bek Inter Milan Skriniar gagal didapat, karena harganya kemahalan. Sementara, Antonio Ruediger enggan dilepas Chelsea ke sesama tim rival.

Joe Rodon, 22 tahun, adalah bek lulusan akademi Swansea yang melakoni debut profesionalnya pada 2018. Saat itu Swansea sudah berada di Championship dan bek internasional Wales itu tampil 54 kali di seluruh kompetisi.

Rodon jadi pembelian keenam Tottenham Hotspur musim ini setelah Joe Hart, Pierre-Emile Hojbjerg, Sergio Reguilon, Gareth Bale, dan Carlos Vinicius.

Messi Tak Butuh Rehat Meski Barcelona Dikepung Jadwal Padat

 


Pelatih Barcelona Ronald Koeman tak khawatir Lionel Messi terus bermain di tengah jadwal padat timnya. Ia merasa La Pulga akan mudah lelah jika tak berlaga.

Messi kini bersiap kembali bermain dengan Barcelona usai menjalankan tugas negara bersama tugas negara bersama timnas Argentina. El Barca sudah dinanti Getafe di Coliseum Alfonso Perez pada lanjutan LaLiga, Minggu (18/10/2020) dini hari WIB.

Beberapa pihak berharap Koeman mengistirahatkan Messi di laga kontra Getafe. Ini karena Blaugrana bakal menjalani jadwal padat nan berat.

Mereka harus memainkan empat laga dalam rentang 11 hari. Usai menghadapi Getafe, Barcelona bakal memulai kiprah di Liga Champions menghadapi Ferencvaros, (21/10) dini hari WIB.

Tiga hari berselang, mereka kemudian harus melakoni El Clasico, (24/10) malam WIB. Laga sulit kembali dijalani Barcelona dengan menghadapi Juventus di Liga Champions, (29/10) dini hari WIB.

Kondisi kebugaran Messi tentu dikhwatirkan tak akan cukup baik jika harus bermain di keempat laga tersebut. Namun, kekhawatiran serupa tampaknya tak ada dalam benak Koeman.

Ia menilai La Pulga punya kapasitas untuk terus tampil di tengah jadwal padat yang harus dilakoni Barcelona. Pelatih asal Belanda ini berkaca pada catatan penampilan Messi di musim-musim sebelumnya.

Pemain 33 tahun ini nyaris tak tergantikan di starting line up Barcelona. Pada musim lalu, Messi selalu bermain penuh selama 90 menit dari pekan ke-8 hingga pekan terakhir LaLiga.

"Kami tahu ada kelelahan setelah bermain di tim nasional (pemain masing-masing), terutama untuk tim besar yang memiliki banyak pertandingan internasional," ujar Koeman dikutip dari Marca.

"Semua orang kembali dengan antusias dan gembira. Setelah sesi latihan (pada hari Jumat), kami akan memutuskan (siapa yang akan bermain melawan Getafe pada hari Sabtu). Saya pikir Messi bisa bermain di keempat pertandingan itu."

"Saya berdiskusi dengan para pemain dan kemudian kami memutuskannya. Namun, Leo telah memainkan jadwal yang sangat padat selama bertahun-tahun. Selain itu, jika dia tidak bermain dia akan lebih mudah lelah. Kecuali, ada gangguan medis, ini tentu hal yang berbeda," ungkap pelatih Everton tersebut.

Tak Ada Ronaldo, Juventus Tetap Bikin Crotone Bergidik

 


Juventus tanpa Cristiano Ronaldo saat menghadapi Crotone. Tak ada CR7 tetap bikin Crotone bergidik melihat Bianconeri.
Lanjutan Liga Italia mempertemukan Crotone vs Juventus yang digelar di Stadion Ezio Scida, Minggu (18/10/2020) dini hari WIB. Si Nyonya Tua saat ini ada di posisi keempat dengan tujuh poin dari tiga laga. Crotone di dasar klasemen tanpa kemenangan.

Juventus tanpa Ronaldo untuk laga ini. Pemain berusia 35 tahun itu sedang menjalani isolasi setelah terpapar virus corona saat memperkuat Timnas Portugal.

Ketidakhadiran Ronaldo tidakga membuat Crotone senang. Pelatih Crotone, Giovanni Stroppa, tetap merasa ngeri meli juhat skuad Juventus yang berangkat ke markas timnya.

"Setelah menghadapi AC Milan tanpa (Zlatan) Ibrahimovic, kami sekarang akan menghadapi Juventus tanpa Cristiano Ronaldo. Lebih baik menonton mereka di TV daripada bermain melawan mereka," kata Stroppa yang dikutip dari Football Italia.

"Tapi sebagai olahragawan saya ingin melihatnya. Tetapi jika saya melihat susunan pemain Juve, itu membuat saya bergidik," sambungnya.

"Juve adalah juara dan mereka memiliki banyak pemain hebat di skuad mereka. Mereka adalah tim yang harus dikalahkan, yang terkuat dalam segala hal."

Crotone bertekad untuk mengejar kemenangan melawan Juventus. Tiga poin diyakini bisa memicu semangat timnya.

"Kami harus fokus, serta memberikan sesuatu yang lebih: kami berkembang, dan kami bisa melakukannya. Hasil positif melawan Juve bisa menjadi penentu kemajuan kami, tetapi tim sedang berkembang. Kami harus meningkatkan di menit-menit terakhir dan bekerja secara individual di kedua tahap," tegasnya.

Jumat, 16 Oktober 2020

Ronaldo Dituding Langgar Protokol Kesehatan, Bos Juve Membela

 


Cristiano Ronaldo dituding melanggar protokol kesehatan di Italia saat pergi meninggalkan Turin. Bos Juventus, Andrea Agnelli, membela anak buahnya tersebut.
Ronaldo diberitakan menolak menjalani karantina dua pekan lalu, setelah dua orang staf Juventus dinyatakan positif COVID-19. Ia tak mau diisolasi di J-Hotel yang ada di dekat markas Bianconeri karena bisa membuatnya absen membela Timnas Portugal.

Ia memilih pulang ke rumah dan berangkat ke Portugal pada Senin (5/10) untuk bergabung dengan skuad Selecao das Quinas, dan langkah itu diikuti sejumlah pemain Juventus, di antaranya Paulo Dybala dan Juan Cuadrado.

Sepekan kemudian, Ronaldo dinyatakan positif COVID-19 saat berada di kamp Timnas Portugal, di mana ia menjadi satu-satunya pemain yang kena. Usai dinyatakan positif Corona, ia pun pulang ke Turin untuk menjalani karantina mandiri, sehingga lebih mudah dipantau Juventus.

Berangkatnya Ronaldo ke Portugal diyakini Menteri Pemuda dan Olahraga Italia Vincenzo Spadafora sebagai sebuah pelanggaran protokol kesehatan. Sebab, seharusnya Ronaldo bertahan di J-Hotel hingga Rabu (7/10).

Meski begitu, Agnelli membela keputusan para pemainnya, termasuk Ronaldo. Hal itu dikarenakan para pemain Juventus memang ingin pergi membela tim nasional masing-masing.

"Saya seorang pemimpin klub olahraga dan saya mengikuti protokol yang diberikan FIGC (Federasi Sepakbola Italia)," kata Agnelli, dikutip Sky Sport Italia.

"Apakah seharusnya Ronaldo tak usah pergi ke timnas? Tak ada alasan untuk itu."

"Mereka yang ingin menjalani masa isolasi di rumah masing-masing. Setelah mereka pulang ke rumah, mereka berstatus sama seperti warga lainnya dan boleh melakukan apa saja. Mereka begitu peduli dengan timnas mereka," jelas pebisnis 44 tahun itu.

Newcastle Vs MU: Bisa Clean Sheet, De Gea?


David De Gea belum mencatatkan clean sheet bersama Manchester United. Bisa menggapainya saat Newcastle United vs MU, De Gea?

MU menjalani start yang kurang oke di Liga Inggris 2020/2021. Dalam tiga pertandingan yang sudah dijalani, tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer menang sekali dan tumbang dua kali.

MU menang atas Brighton & Hove Albion. Sementara kekalahan ditelan saat melawan Crystal Palace dan Tottenham Hotspur.

De Gea yang dipercaya oleh Ole Gunnar Solskjaer mengawal gawang MU. Ada sebanyak 11 gol yang sudah bersarang ke gawang MU.

Gol terbanyak diderita MU saat melawan Tottenham Hotspur. Dalam laga sebelum jeda internasional, MU dihajar oleh The Lilywhites 1-6. Artinya, De Gea belum clean sheet musim ini.

Baru ada tujuh save yang dicatatkan De Gea di tiga laga. Secara keseluruhan sudah ada 54 tembakan ke arah gawang MU, yang 18 di antaranya tepat sasaran.

Selama berkarier di Liga Inggris, De Gea sudah 13 kali berhadapan dengan Newcastle. Hasilnya ada 8 kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan yang didapat oleh kiper asal Spanyol itu.

Ada 15 gol berhasil dicetak oleh pemain-pemain Newcastle ke gawang MU, yang dikawal De Gea. Baru ada 3 clean sheet yang dicetak De Gea saat MU berhadapan dengan Newcastle.

Salah satu clean sheet De Gea bersama MU saat melawan Newcastle dicetak di St James Park musim 2018/2019. MU dibawa De Gea memetik kemenangan dua gol tanpa balas saat itu.

10 Fakta Jelang Newcastle Vs MU

 


Newcastle United akan menghadapi Manchester United akhir pekan ini. Berikut sepuluh fakta terkait duel di St James' Park tersebut.

MU mencoba bangkit usai kekalahan telak 1-6 dari Tottenham Hotspur pada laga kandang terakhirnya dua pekan lalu. Newcastle jadi ujian Setan Merah saat melawat di pekan kelima, Minggu (18/10/2020) dini hari WIB.

Cuma punya satu kemenangan dari dua pertandingan, MU dalam posisi yang tak menguntungkan. Apalagi Newcastle sejauh ini lebih baik dengan ada di di posisi kesembilan berkat mengumpulkan tujuh poin.

Kira-kira bisakah MU bangkit di partai ini? Berikut fakta-fakta terkait Newcastle Vs MU itu yang dikutip BB988.


- Newcastle memenangi dua dari tiga duel terakhir kontra Man United di kandang sendiri (1 kalah), lebih banyak dari 13 pertandingan sebelumnya di St James' Park (1 menang 3 imbang 9 kalah).

- Manchester United kalah 0-1 musim lalu - mereka tak pernah kalah di dua laga tandang beruntun di Newcastle sejak Desember 1987.

- Ini jadi kali pertama Newcastle menghadapi Manchester United dengan posisi lebih baik di klasemen sejak Desember 2013, ketika menang 1-0 di Old Trafford.

- Newcastle cuma melepaskan delapan shot on tarhet, terendah di antara tim-tim Premier League musim ini. Meski cuma mencetak enam gol, mereka mencetak prosentase gol tertinggi yakni 75% dari total shot on target.

- Manchester United sudah kebobolan 11 gol musim ini, hanya WBA (13) yang lebih banyak kebobolan. Ini jadi kali kedua Red Devils kebobolan sebanyak itu di tiga laga awal liga, setelah 1930/1931 (13 gol).

- Setelah 14 pertandingan tanpa terkalahkan menuju akhir musim 2019/2020, MU sudah kalah dua kali dari tiga laga musim ini. Mereka tidak pernah kalah tiga kalah kali di empat pertandingan awal liga sejak 1986/1987.


- Manchester United memenangi lima pertandingan tandang terakhirnya, mencetak setidaknya dua gol. The Red Devils tidak pernah memenangi enam partai tandang beruntun dengan mencetak lebih dari satu gol.

- 17 persen dari gol-gol MU di Premier League sejak awal musim lalu dibuat dari penalti (12/71), rasio tertinggi di antara klub-klub yang bermain selama dua musim.

- Callum Wilson sudah bikin empat gol untuk Newcastle sejauh ini - satu-satunya pemain yang mencetak gol sebanyak itu di lima laga awal untuk Newcastle adalah Loic Remy pada Oktober 2013.

- Edinson Cavani tidak bisa debut karena terbentur protokol kesehatan. Padahal Cavani bisa jadi pemain tertua yang mencetak gol di laga debut kompetisi ini (33 tahun 246 hari) setelah Zlatan Ibrahimovic pada Agustus 2016 (34 tahun 316 hari).

Satu Kesempatan Lagi, Luka Jovic!

 


Luka Jovic bak pesakitan. Dibeli mahal tapi masih melempem musim lalu, tapi sepertinya Real Madrid masih memberinya satu kesempatan lagi.
Musim 2019/2020 lalu, Real Madrid membeli Luka Jovic dari tim Bundesliga, Eintracht Frankfurt. Jovic begitu mejnanjikan dengan torehan gol-gol di musim sebelumnya.

Musim 2018/2019, Luka Jovic mampu mencetak 17 gol dari 32 pertandingan di Bundesliga. Plus, 10 gol dari 14 pertandingan di Liga Europa. Umurnya juga masih muda, maka Real Madrid memboyongnya mahal seharga 60 juta euro atau setara Rp 1 triliun.

Sayangnya, musim perdana Luka Jovic di Real Madrid kurang sukses. Dilansir dari Marca, pemain asal Serbia itu cuma bikin dua gol dari 17 laga di Liga Spanyol.

Taji Luka Jovic masih belum terlihat. Disebut bisa gantikan Karim Benzema yang sudah menua, tapi nyatanya belum saatnya.


Muncul rumor, Real Madrid bakal meminjamkan Luka Jovic dulu di musim 2020/2021. Nama Luka Jovic pun jadi perbincangan di bursa transfer kemarin.

Leicester, AC Milan, Chelsea, Juventus dan Inter Milan berminat meminjamnya. Jovic pun disebut perlu menimba ilmu dulu lebih banyak demi bisa kembali tampil gemilang bersama Los Blancos.

Tapi rupanya, Real Madrid urung meminjamkan Luka Jovic. Pelatih Zinedine Zidane tampaknya masih percaya padanya.

Dari empat pertandingan Liga Spanyol sejauh ini, Luka Jovic sudah dipasang dua kali sebagai starter oleh Zidane. Meski, dirinya belum juga mampu mencetak gol atau memberi assist.

Sepertinya, Zidane masih butuh tenaga Jovic. Entah karena memang benar-benar percaya, atau ya karena Real Madrid tidak membeli pemain baru di lini serang.

Apapun itu, Luka Jovic masih berusia 22 tahun. Dirinya masih punya banyak waktu untuk belajar dan menempa diri.

Sepertinya musim ini, bakal jadi kesempatan terakhir buat Luka Jovic. Untuk membuktikan dirinya memang pantas berseragam Real Madrid.

MU Wajib Waspadai Statistik Newcastle yang Satu Ini

 


Sebuah statistik Newcastle United di awal musim ini patut diwaspadai benar oleh Manchester United, yang sudah kebobolan 11 gol dari pertandinganya di Liga Inggris.
Newcastle memang baru meraih tujuh poin, dari maksimal 12, hasil dari empat pertandingannya sejauh ini. Toon Army pun masih berkutat di posisi kesembilan klasemen Liga Inggris usai meraih dua kemenangan, sekali seri, dan sekali kalah.

Dua kemenangan Newcastle United sejauh ini diraih atas West Ham United dan Burnley. Sedangkan kekalahan dialami dari Brighton, dengan hasil seri diraih di markas Tottenham Hotspur -- tim yang juga sudah menggulung Manchester United 6-1.


Dari laga-laga itu, Newcastle pun baru bisa mencetak enam gol dengan kebobolan lima gol. Juga bukan catatan impresif.

Bahkan, Newcastle menjadi tim yang paling sedikit melepaskan shot on target ke gawang tim lawan di Premier League musim ini, yakni delapan tembakan tepat ke arah bidang sasaran. Tottenham paling banyak dengan 31 shot on target.

Namun, dengan delapan tembakan shot on target, Newcastle sudah berhasil mencetak enam gol. Itu artinya mereka punya efektivitas 75 persen dalam hal shot on target yang menjadi gol. Persentase itulah yang dicatat talkSPORT paling tinggi.

Dengan hitungan 75 persen, Newcastle menjadi tim paling efektif saat membandingkan jumlah gol dengan total shot on targetnya. Inilah yang patut diwaspadai kubu Setan Merah setelah di laga sebelumnya memperlihatkan lini bertahan tak mengesankan.

Bahkan, setelah kebobolan 11 gol dari tiga laga yang sudah dijalani, the Red Devils menjadi salah satu tim Premier League musim ini yang gawangnya paling banyak jebol. Cuma kalah banyak dari West Brom yang sudah kebobolan 13 gol.

Di sisi lain, data yang sama di talkSPORT juga mengungkap bahwa Manchester United sebenarnya juga memiliki tingkat efektivitas yang cukup bagus. Skuad Ole Gunnar Solskjaer sukses bikin gol dalam 55 persen dari tembakan-tembakan tepat sasarannya.

Newcastle United vs MU sendiri akan dihelat di St James Park, Minggu (18/10/2020) dini hari WIB, dan akan live di Mola TV lewat link live streaming ini.

Persib Bandung Batalkan Laga Uji Coba Besok, Kenapa?

 

Akhir pekan ini Persib Bandung sejatinya melakoni laga uji coba melawan klub Liga 2. Tapi Persib kini memastikan laga tersebut batal.

Rencananya Persib akan menghadapi PSKC Cimahi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada hari Sabtu (16/10) besok. Tapi karena jadwal kompetisi belum jelas kapan dimulai lagi, Persib pun memilih untuk membatalkan laga tersebut.


"Karena tidak ada target untuk saat ini, kami belum tahu kapan kompetisi akan dimulai. Untuk bermain antara kami atau latihan, saya rasa sudah cukup jadi penting memberi pemain waktu istirahat. Secara mental pemain kelelahan dan secara fisik kami harus memeliharanya di level tertentu," ujar Robert Rene Alberts, pelatih Persib, dalam konferensi virtual, Jumat (16/10/2020).


Menaikkan performa pemain Persib Bandung pun dirasa Robert belum perlu dilakukan karena jadwal yang masih tak menentu. Robert sendiri memprediksi kompetisi baru akan kembali lanjut pada Januari 2020, melihat sikap kepolisian yang memusatkan keamanan pada Pilkada Serentak pada Desember nanti.


"Jadi apa yang akan kami lakukan saat ini adalah berdasarkan kapan kompetisi akan dimulai dengan format yang baru Januari nanti, dengan format liga yang legal," tuturnya.


Untuk menghadapi kemungkinan tersebut, pelatih asal Belanda itu akan mengadaptasikan program latihan kembali. Tujuannya, agar pemain tetap bugar tanpa merasa jenuh.


"Ya saya harus mengubahnya, kami tidak bisa menggunakan program yang asli untuk saat ini, kami harus mengubahnya lagi. Bahkan saya sampai tidak tahu sudah berapa kali saya mengubah program untuk musim ini. Ini situasi yang unik, saya tahu itu, dan karena terjadi di Indonesia ini jadi lebih unik dari manapun," ucapnya.


Kendati begitu, Robert menegaskan pemain Persib Bandung tak akan diliburkan dan akan tetap mengikuti program latihan yang telah dirancang sebelumnya.


"Tidak, tidak akan ada liburan. Yang pertama adalah kami tetap berlatih bulan ini, bulan Oktober dan baru akan membuat program baru pada November. Tentunya pada bulan November nanti akan ada beberapa hari libur bagi pemain sebelum kami melakukan latihan intensif hingga Januari. Tetapi tidak ada waktu liburan bagi pemain, hanya jeda sebentar saja," pungkasnya.